15 Mei 2011 - 19:30

Pemenjaraan dan penyiksaan yang dilakukan kaki tangan Ali Khalifah terhadap demonstran yang menyampaikan aspirasinya secara damai tidak pandang bulu. Beberapa pelajar perempuan SMA tidak luput dari amukan dan kebengisan mereka.

Menurut Kantor Berita ABNA, video amatir tentang seorang siswi SMA Bahrain dalam interogasi penuh penghinaan yang dilakukan di penjara milik Ali Khalifah sudah menyebar dan menjadi goncangan dahsyat yang melihatnya.

Interogasi ini didapatkan oleh setasiun AL-Jazirah milik Qatar secara berseri, sebuah video yang  menunjukkan kekejaman yang paling bengis dari Ali Khalifah dalam menyikapi para demonstran yang melakukan aksi damai dalam menyampaikan aspirasinya.

Video klip tersebut adalah hasil analisa dari stasiun berita Al-Jazirah secara berseri yang dilakukan oleh Charles Stratford, sumber yang disampaikan yang tidak mungkin dipungkiri kebenarannya. Video ini menjadi bukti bahwa pasukan Ali Khalifah sejak adanya kondisi tidak stabil di Bahrain sudah melakukan agresi ke sekolah-sekolah anak perempuan. Hubbah pelajar berumur 16 tahun dalam dialog dengan wartawan Al-Jazirah berkata, “Pasukan Ali Khalifah ketika melakukan agresi pada sekolah kami, saya bersama tiga siswi yang lain mereka bawa dan selama tiga hari berturut-turut mereka tidak henti terus memukuli kami.”

Dia melanjutkan, “ Salah satu anggota pasukan itu menjadikan kepala saya sebagai sasaran pukulan pemukul kayunya, kepala saya pun retak dan mengalir darah segar darinya, karena  itu aku pun hampir pingsan. Samar-samar aku mendengar salah satu dari mereka berkata untuk membawaku ketempat peristirahatan, tapi disana bukannya disuruh istirahat tapi saya malah dibenturkan ke tembok, saya pun berteriak dengan keras, jika tidak berteriak bisa jadi mereka akan lebih bengis lagi dalam menyiksa saya.”

"Perlakuan mereka memang sangat bengis tapi yang lebih menakutkan kami adalah proses selanjutnya yaitu ketika kami akan dibuat tidak menjadi orang yang tidak berperasaan." Lanjutnya terbata-bata.

Salah satu korban lainnya adalah seorang wartawan setempat bernama Husain Half yang dituding telah melakukan pemerkosaan yang kemudian  dibawa oleh pasukan Ali Khalifah pada malam sebelumnya. Salah satu stasiun televisi SBS Australia dengan penayangannya memberikan penekanan akan kebenaran kejadian ini.

Seperti diberitakan Al-Jazirah sampai sekarang pasukan Ali Khalifah sudah memasuki 15 sekolah anak perempuan Bahrain sebagai   bentuk agresi bahkan siswi 12 tahun pun ikut mereka bawa. Siswi itu juga tidak luput dari amukan dan pukulan dan diancam akan diperkosa. Tim hak-hak asasi manusia mengumumkan bawa kurang lebih 70 pengajar juga masih berada dalam penjara, ini berlangsung bersamaan dengan berbagai pencekalan yang terus dilakukan oleh pasukan Ali Khalifah.

Dengan tuntutan Al-Jazirah pada hari ketika dilakukan aksi demonstrasi menentang pemerintah Ali Khalifah dan dalam upaya melakukan perbaikan dan pembentukan kondisi demokrasi di Bahrain lebih dari 200 ribu orang turun kejalan dalam aksi itu. Sedang menurut perhitungan ABNA masyarakat dalam dua kesempatan terakhir saja sudah lebih dari 500 ribu orang yang datang ke jalan-jalan di Manamah.

Kehadiran masyarakat itu menciptakan pemandangan yang sangat luar biasa.(*)